Friday, May 17, 2013

Untukku itu sangat membanggakan

"ummiii, tuh de ai makan apa tuh", hah? "ko didiemin sama mas?", *ummi ngorek2 mulut rai, yes, dapet satu semut hitam,hmm..

 fathi sudah besar looh, sekarang dipanggilnya pun 'mas', jangan ketuker sama mas bakso yha,, mas  suka bantuin ummi jagain rai,, oiya, belom dikenalin, rai itu adiknya fathi,  namanya abdussami' al atsari, dipanggilnya rai, mas sayaaang  banget sama rai,, beberapa hari yg lalu tuh ummi lagi nyuci piring, trus rai dijagain sama mas, eeh, kecolongan deh, rai makan semut, untung ga ketelen, hihihi,,tapi rai cuek aja tuh, ga kepedesan..

eh,selain pinter suka jagain rai, sekarang mas udah cereweeeet buangets, walopun masi banyak  kata2 yg belum jelas, tapi itu sangat membanggakan buat ummi, mas juga gak pernah galak sama adiknya, walopun kadang suka jealous, tapi selebihnya mas sayaaang banget,dan itu sangat membanggakan buat ummi, mas kadang juga suka berantakin rumah, tapi mas mau diajak beresin bantuin ummi, dan itu juga sangat membanggakan buat ummi..

hmm.. fathi memang sudah besar, beberapa kali pernah tidur di kamarnya tanpa ummi (walopun masih ditemenin abi), beberapa kali suka makan sendiri tanpa disuapin (walopun masih belepotan), beberapa kali pernah mandi sendiri,  milih baju sendiri, pake baju sendiri, pake sepatu sendiri, main sendiri, walopun walopun walopun,hhh.. ummi terlalu banyak menuntut, padahal mas sudah sangat membanggakan..

semoga Allah selalu menyertai langkahmu, merahmati setiap gerak  gerikmu, dan semoga engkau jadi orang  yg berilmu,dan mengamalkannya..
ahh, apapun engkau nanti, engkau akan selalu jadi kebanggaanku..


Thursday, December 27, 2012

sertifikat asi


   









SpeCial kOmpLit

Ibarat nasi goreng, Fathi itu udah kaya nasi goreng super spesial, komplit, pake telor, sosis, keju, ati ampela, dagimg cincang, udang, cumi2, dll..

begitu hebatnya dia, sampe dr. Titi -dokter spesial tumbuh kembang anak di Yayasan Suryakanti- beberapa kali mengernyitkan dahi (bahasa sunda nya 'kerung'), saat saya menceritakan riwayat fathi dari lahir sampe sekarang, "saya amazed" katanya.., ok, bukan bermaksud membanggakan segala 'kelebihan' yg dimiliki fathi, saya hanya ingin berbagi, bercerita, as people usually says "sharing is caring" rite? mudah2an cerita ini dapat diambil manfaatnya..

Awal mula cerita diatas adalah, ketika kami (saya dan suami) ditimpa kegalauan tentang pendidikan fathi, kami ingin 'memulai' lagi, setelah sempat terhenti kurang lebih 1 tahun karena adanya anggota keluarga baru, yg mengakibatkan perhatian untuk fathi sedikit 'terganggu',  dengan kondisi fathi yang belum lancar bicaranya, maka melancarkan bicaranya dulu kami prioritaskan, kami pun memutuskan untuk meneruskan program terapi untuk fathi, namun kami memilih untuk pindah tempat terapi, yang awalnya di Perisai Husada ( perisaihusada.net ), jadi ke suryakanti ( suryakanti.or.id ), dengan pertimbangan biaya, jarak, dan kelengkapan terapis, mengingat bahwa suryakanti adalah yayasan yang khusus menangani permasalahan tumbuh kembang anak.
Berhubung kami termasuk pasien baru (walopun sudah 4 tahun kami menjalankan terapi untuk fathi), jadi kami harus mengikuti prosedur awal, biasanya kalo awal2 kan ditanya2 dulu ini itu (anamnesis ya kalo ga salah,cmiiw), kenapa begini kenapa begitu, dll.
Mulailah si dokter bertanya satu persatu,,

Tanya <---->jawab
"Riwayat lahir" : "sesar, placenta previa"
"ada komplikasi saat hamil" : "hiper emesis sampe 6 bulan"
"usia kehamilan" : "37 mggu, alasan pecah ketuban (kerung pertama)"
"berat & panjang lahir" : "2,28 kg, 43 cm kecil dok,, 'hmm,ok"
"kuning?" : "iya dok, di inkubator 15 hari,trus boleh pulang setelah bilirubinnya 10, tapi 2 hari kemudian naik lg dok,(kerung ke dua) sampe 15, jadi disinar lagi, tapi di rumah, alhamdulillah 2 hari kemudian normal"
"ASI?' : "cuma 2 bulan dok, itupun ga setiap hari, karna fathi ga bisa nyedot, ga kuat isapannya, kata dokternya, kemungkinan kuningnya itu dari ASI, jadi distop dulu (kerung ke 3,wajar sih), trus lama2 ASI nya sedikiiit bgt"

Dan saya pun dibiarkan untuk terus bercerita tanpa si dokter bertanya,, "hari ke tujuh di rumah sakit, Dokter anaknya menyarankan agar Fathi di Echo dok (Echocardiography : seperti USG tapi di jantung), karna setiap di dengarkan melalui stetoskop, jantungnya terdengar suara 'mur mur', akhirnya kami ikuti sarannya, ternyata memang benar, Fathi memiliki Kelainan Jantung bawaan,, TOF dengan tipe yang bukan cianotik ataupun sesak, dia 'ping fallo' katanya .. (dr Titi kerung lalu mengangkat dahinya seperti orang kaget),,

"Sudah Oprasi?": "sudah dok, usia 2 tahun setengah.."
"berapa kali?" : "2 kali dok, (kerung)"
 "kenapa?" : "karna masih ada sisa PS katanya dok,"
"ok, ada komplikasi?" : "hmm, fungsi ginjalnya terganggu dok, jadi harus cuci darah, tapi melalui rongga perut"
"peritonial dialisa?" iya dok, dua kali"
"hah? (kerung)" : "iya kan oprasinya dua kali, jadi PD (peritonial Dialisa) nya juga 2 kali"
"hmm,ok.. ada lagi?" : "ada dok, Cortical blindness,karna Fathi juga sempat CPR"
 "haaaah? (kerung lagi), ya ampuuun,  terus sekarang gimana? sudah ke dokter syaraf?" : "sudah dok, setelah terdeteksi Cortical blindness itu, langsung dirujuk ke dokter syaraf mata, alhamdulillah, seminggu terapi langsung sembuh, kan terus terusan di rangsang dan dikasih obat..
"berapa lama di ICU?" : "9 hari dok"
"hmmm, sekarang masih kontrol ke dokter jantung?" : "harusnya bulan mei kemarin echocardiography dok, tapi fathi skr sulit diajak kompromi, gak kooperatif, mungkin karna trauma"

hmmm, lalu dokter cantik itu sibuk menulis dengan sesekali kerung,hihi..

tanya <-----> jawab
"ok, merangkak usia berapa?" ; "9 bulan"
"Jalan?" ; "18 bulan"
kali ini si dokter manggut2..
"ada kelainan lain" ; "hipospadia dok, Alhamdulillah ala kulli haal, tapi belum oprasi"
"(kerung) kenapa?" : "mau fokus terapi dulu dok, kalo udah lancar ngomongnya, insyaAllah kami langsung agenda kan, karna takut trauma dan ngomongnya takut jadi tambah susah.."
si dokter nulis2 lagi....

tanya <------>jawab
"riwayat kesehatan, pernah kejang?" ; " kejang demam sudah 5 kali dari sejak 2 tahun yang lalu, setelah oprasi jantung ketahanan tubuhnya terus menurun, 3 bulan sekali batuk pilek, panas langsung kejang, tapi sekarang alhamdulillah sdh tidak"
"hmm, sudah EEG?" : "belum, mmm.., setiap mau EEG, susah untuk ditidurkan, kalo bangun ga bisa dok, dia trauma kalo mau di apa2in, liat suster aja dia takut"


waah, banyak sekali faktor resiko nya, hebat, Fathi kaya nasi goreng komplit..

saya tersenyum,  dan kami pun keluar menemui fathi yang lagi asyik main di tempat terapi,,

sesungguhnya anak adalah titipan Allah, dan kita wajib menjaganya, bagaimanapun keadaannya, barangsiapa yang diberi anak dengan "keistimewaan", maka sesungguhnya Allah telah melebihkan orang tuanya, dan ujian adalah tanda sayang Allah..

Hadapilah ujian itu dengan ikhlas, jangan dengan keluhan :)




Sunday, October 7, 2012

Antara sekolah di rumah VS sekolah di sekolah

Anak sekarang lagi musim banget bilang "galau" , walaupun ga ngerti arti yang sesungguhnya, tapi setidaknya saya bisa menangkap makna dan penerapannya..

mungkin saya sedang galau saat ini, ya, Fathi memang selalu memberi warna dalam kehidupan kami, saat ini saya dan suami sedang dilanda kebingungan mengenai pendidikan untuk Fathi.., kami harus memilih, apakah kami akan menerapkan Home Education (HE) untuk Fathi, ataukah kami harus melepasnya sekolah di lembaga sekolah pada umumnya, ataupun di pondok pesantren..

mungkin ada beberapa orang tua yang mengalami hal serupa dengan kami, bagi orang tua yang memiliki anak seusia fathi (4 thn lebih), apalagi anak pertama, mungkin akan dilanda kegalauan yang sama, saya kira wajar, saya pribadi ingin memberikan pendidikan yang berkualitas untuk fathi, sementara sekolah yang bagus biayanya tidak terjangkau, sekolah di sekolah biasa/umum, mutu pendidikan dan pendidiknya kurang memuaskan (untuk saya pribadi), belum lagi lingkungannya yang menurut saya jaman sekarang lebih mengerikan dibanding jaman saya sekolah dulu, bullying, kata2 jorok, waah,pokonya mengerikan,, 

Lebay? mungkin iya, tapi kalo mendengar cerita dari seorang teman, saya kira ga akan ada yang bilang saya lebay,,   seorang teman (sama2 ibu2 yang anaknya seusia Fathi, *hai Viraa..*) bercerita, bahwa anaknya,Nabil namanya, pernah dimasukin pasir ke dalam mulutnya oleh teman2 nya yang lebih tua (saat itu dia masih 3 thn,dan temannya sudah sekolah di SD), dilain waktu, Nabil dimasukan TK yang berdekatan dengan SD didalam satu area, pulang sekolah dia sering mengeluh kesakitan di bagian perut, selama kurleb 1 minggu dia mengeluhkan perutnya, ditanya mules? jawabnya bukan, akhirnya dia mau buka mulut, bahwa suatu hari "teman"nya yang lebih tua dan bersekolah di SD dekat TK nya, menduduki perutnya, kontan sang ibu langsung membawa nya ke RS untuk rontgen, Alhamdulillah tidak ada yang harus dikhawatirkan, mungkin hanya sedikit memar dan diberi obat dan berangsur2 pulih.. hmmm,, itu baru cerita dari 1 umahat, belum lagi cerita yang lain, yang anaknya jadi tambah "bandel" setelah disekolahkan di TK, cerita lain anak seorang ibu2 sering jadi korban keisengan temannya, dia sering dipukul, dicakar,dll.. sebetulnya masih banyak kisah2 tragis yang dialami anak2 di sekolah, tapi saya kira ini saja sudah cukup membuat hati ini miris..
pilihan lain adalah sekolah di pondok pesantren yang memadai,tapi di kota tempat saya tinggal, ponpes yang "bagus" itu jaraknya jauh dari rumah (dalam arti pesantren yang memadai dalam kapasitas ilmu keagamaan yang dimiliki para pendidiknya, apakah ber manhaj ahlussunnah, memiliki aqidah yang lurus, dlsb), maka dengan pertimbangan2 itu, saya lebih memilih untuk menerapkan HE untuk fathi.
Namun HE pun bukannya tidak ada kendala, dengan kondisi fathi yang sampai saat ini belum lancar bicaranya, ditambah kehadiran anggota keluarga baru (adiknya fathi), membuat saya kadang2 patah semangat, disaat hampir setiap anggota keluarga besar bertanya "fathi ga sekolah?", disaat itu pula timbul keputus asa-an saya untuk meng-HE-kan fathi,,

Beberapa orang bilang "kalo anak belum lancar ngomong, harus sering diajak main keluar, atau disekolahin biar banyak temen, jadi dia tertarik liat temen2nya ngomong", sebagiannya lagi bilang "lebih baik terapi dulu, karna kalo dipaksakan sekolah, takutnya dia jadi temper tantrum, karna teman2nya ga ngerti apa yang dia mau, akhirnya dia jadi suka bertindak kasar, atau malah dijauhin sama temen2nya".......  fiuhh, dua pendapat yang bersebrangan, yang sangat membuat saya tambah bingung, memang benar firman Allah “Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116) tapi ini bukan menyesatkan dari jalan Allah, cuma membingungkan..

Ketika suatu saat saya membaca forum diskusi mengenai homeschooling di salah satu group di facebook, seorang ummahat (ibu2) bercerita bahwa anaknya usia 4 thn baru bisa ngomong dan 4,5 thn baru lancar ngomong, lalu dia dengan gigih mengajarinya baca alquran, dan akhirnya membuahkan hasil, sekarang uisa anaknya 5 thn sudah hafal 2 juz al-qur'an, dia mengajarinya dari pagi sampe malem di dalam rumahnya, bukan disekolah! maasyaAllah, semangat pun kembali terpompa, kepingin banget fathi bisa kaya gitu, sampe saya kirim email sama ummahat tadi, lalu saya minta tips2 nya, setelah itu saya coba terapkan, ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan, fathi ga cocok diajarkan dengan cara dari ummahat itu, hmmm semangat pun kembali kendoorrrrr..

sampai saat ini Fathi sudah hafal huruf hijaiyah, hafal huruf latin, bisa menghitung sampai 20, sedang membaca iqra 1, sedang membaca buku AISM (Anak Islam Suka Membaca) jilid 1, alhamdulillah banyak kemajuan, walopun pengucapan/makhorijul huruf nya masih ada yang terdengar sama, seperti "G", akan terdengar seperti huruf "D", huruf "K" akan terdengar bunyi "TA" dst..

Sungguh bukan sesuatu yang mudah untuk menentukan apa yang terbaik untuk Fathi, namun kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuknya.. sekarang, kami masih memilih untuk "belajar" bersama di rumah, mudah2an Allah memberikan hidayah untuk kami agar bisa memilih dengan yakin dan tegas, pendidikan yang cocok untuk Fathi..


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

”Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al Furqan : 74)

Monday, September 24, 2012

Setahun Absen ^^

Bismilah,..

waaaaaah, ternyata sudah setahun absen ngeblog,, jadi canggung lagi nih..
 jadi ceritanya gini, setahun yang lalu saya hamil, naah sejak hamil itu saya jadi anti monitor pokonya setiap liat monitor (baik itu laptop, atau monitor apapun) jadi langsung pusing, plus ga ada waktunya, habis sama fathi, rebutan laptop.. dan kebetulan speedy sempat distop, ganti pake flash s*mpat*, tapi lemotnya maasyaAllah, jadilah saya absen dalam 9 bulan, lalu setelah melahirkan, rempoooong bgt punya bayi plus anak gede a.k.a 4 tahun (padahal org tua dulu anaknya banyak ga repot2 amat)..
Sekarang saya kembaliii, menulis sesuatu yang mudah2an bermanfaat bagi yg membacanya..